Google memperkenalkan inovasi teranyarnya. Google Dengue Trends, demikian alat pengawasan yang baru diperkenalkan Google. Melalui media ini, masyarakat Indonesia dapat online kapan saja dan melacak aktivitas DBD terbaru di Indonesia. Karena diperbarui setiap hari, Google Dengue Trends mampu memberikan indikator awal mengenai aktivitas DBD, bahkan sebelum pengumuman resmi disampaikan.
Sama halnya seperti Google Flu Trends, Google Dengue Trends ini menggunakan metodologi gabungan data pencarian Google untuk memperkirakan aktivitas flu di seluruh dunia. Setiap minggunya, jutaan pengguna Google di seluruh dunia melakukan pencarian topik-topik terkait DBD dengan jumlah orang yang benar-benar memiliki gejala DBD dengan menggunakan estimasi DBD resmi.
Berdasarkan data penghitungan kasus DBD tersebut, Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lalu akan membuat model estimasi nyaris real-time berdasarkan kepopuleran istilah DBD. Metodologi untuk sistem ini selanjutnya dijabarkan dalam artikel yang diterbitkan di PloS Neglected Tropical Diseases. Saat ini, Google Dengue Trends sudah diluncurkan dalam 38 bahasa dan 5 negara, yaitu Bolivia, Brazil, India, Singapura, dan Indonesia. Untuk mencicipinya, pengguna dapat langsung mengakses situs www.google.org/denguetrends/
Filed under: Teknologi , DBD, demam berdarah, google
Komentar Terakhir